StoryMap ini adalah hasil karya Tim KKN-PPM UGM Periode II 2026 KarebaKumba yang mengangkat cerita, budaya, dan bentang alam Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.
Di ujung selatan Sulawesi, tempat Selat Selayar bertemu dengan angin pesisir, tersimpan sepenggal kisah tentang Desa Bira. Sebuah kampung yang lahir dari laut dan tumbuh bersama para pelautnya. Perjalanan dimulai dari tanah desa itu sendiri, sebelum menyusuri jejak masa lalu ke masa ketika masyarakat Bugis-Makassar sudah mengarungi lautan jauh sejak abad ke-7, dan ketika legenda Sawerigading dipercaya menurunkan keahlian membuat perahu Phinisi kepada tiga desa yang bertetangga. Dari sanalah lahir dua warisan yang hingga kini masih hidup di Bira: kapal Phinisi yang membawa nama Indonesia berlayar hingga ke Vancouver dan Madagaskar, serta tenun Bira yang ditenun oleh tangan-tangan perempuan yang menanti suaminya pulang dari laut.
Namun di balik ombak dan pasir putihnya, Bira juga menyimpan cerita-cerita yang jarang terdengar. Tentang sepasang kekasih dari Luhu yang menghilang di Titik Nol Sulawesi hingga melahirkan pantangan bagi para pelaut, dan tentang sebuah batu berbentuk rumah yang dulu menjadi tempat salat pertama sebelum Islam menyebar lebih jauh ke pedalaman. Kisah ini kemudian berlabuh di pesisir masa kini, mengajak menyusuri sembilan sudut Bira yang paling memesona, dari hamparan pasir Panrangluhu, gradasi biru di Malikita Bala-Balla, hingga pulau kecil tempat kambing-kambing dibiarkan hidup bebas.
Scan untuk membuka StoryMap Jelajahi cerita lengkap Desa Bira!
